Fenomena Kabut di Pagi Hari


W2NNEWS.COM-–Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten Lampung

Sering kali di pagi hari kita menjumpai fenomena jarak pandang yang sangat buruk disebabkan oleh adanya kabut. Umumnya kejadian ini banyak terjadi di daerah yang memiliki banyak vegetasi perkebunan. Kontur wilayah Lampung yang masih memiliki banyak perkebunan seperti sawit dan singkong sangat berpotensi memicu timbulnya kabut saat pagi hari. Kabut yang terjadi di lampung didominasi oleh babut yang berasal dari unsur uap air, bukan kabut yang berpartikel kering karena kebakaran hutan yang banyak merugikan kesehatan. Kabut mulai terbentuk saat suhu mencapai minimum sekitar jam 05.00 dini hari dan berakhir saat matahari mulai memanasi permukaan bumi.

Kabut sejatinya merupakan partikel basah atau dasar awan yang menyentuh permukaan bumi. Saat terjadi kabut kelembaban paling tidak mencapai 100% agar bisa terbentuk. Proses terbentuknya diawali dengan lepasnya radiasi panas bumi yang diterimanya selama seharian kembali ke atmosfer. Suhu udara yang lembab diatasnya dan kondisi udara yang tenang akan menimbulkan inversi suhu di lapisan permukaan dan menimbulkan pembentukan awan di lapisan permukaan bumi atau yang kita kenal dengan kabut. Suhu udara yang lembab akan bersinggungan dengan udara yang lebih dingin akibat dari radiasi bumi pada malam hari, sehingga timbul inversi suhu di lapisan dekat permukaan tanah itulah yang menjadi kabut.

Ciri-ciri akan terjadinya kabut terdiri dari beberapa faktor seperti pergerakan angin yang tenang pada malam hari (calm), langit pada saat itu cenderung terang atau sedikit berawan, kelembaban udara yang relatif tinggi (90% – 100%), serta kondisi tanah atau lingkungan sekitar yang basah. Pada saat dini hari di wilayah yang didominasi oleh perkebunan atau persawahan akan cenderung lebih lembab karena pengaruh embun. Berbeda dengan lingkungan yang pada saat pagi hari sudah banyak aktivitas manusianya cenderung tidak mengalami kabut karena aktivitas manusia menimbulkan pemanasan yang lebih cepat.

Kabut yang terjadi di wilayah Lampung merupakan jenis dari kabut radiasi. Dampaknya untuk penerbangan bisa mempengaruhi take off/landing pesawat karena buruknya jarak pandang baik secara vertikal (dari pengamat) maupun diagonal (dari pilot). Dari pengamatan kami di wilayah Branti kabut rutin terjadi mulai jam 05.00 dini hari hingga pukul 07.00 wib. Selepas matahari terbit lebih tinggi perlahan kabut akan menghilang sekitar pukul 08.00 wib.

Berdasarkan jarak pandang kabut dibagi menjadi beberapa kategori yaitu kabut padat dengan jarak pandang maksimal 45m, kabut tebal jarak pandang maksimal 180m, kabut sedang jarak pandang maksimal 900m, dan kabut tipis jarak pandang maksimal 1.800m. Kondisi yang sering terjadi untuk wilayah Lampung dan sekitarnya adalah kabut tipis, jarang pandang masih cukup baik hanya saja terkadang kabut tebal terjadi pada waktu tertentu. Berbeda dengan daerah dataran tinggi kabut bisa terjadi dalam waktu yang lebih lama dan juga instensitas timbulnya yang lebih sering karena dasar awan akan dengan mudah menjangkau dataran tinggi tanpa melalui proses seperti terjadinya kabut radiasi di permukaan.

Sampai saat ini kabut tidak menjadi hambatan yang berarti dalam aktivitas keseharian kita karena proses terjadinya yang singkat. Hanya saja jika kita bekerja di suatu lahan perkebunan yang luas fenomena ini cukup mengganggu saat pagi hari, jika ingin bepergian sebaiknya menunggu saat matahari terbit lebih tinggi sampai jarak pandang membaik untuk melanjutkan perjalan anda. Salam,  (Oleh : Ramadhan Nurpambudi)