DRD Lamteng Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Sosialisasi dan Temu Bisnis Kampung Ternak


w2nnews.com --- Dinas Peternakan dan Perkebunan Lampung Tengah mengadakan rapat koordinasi persiapan sosialisasi dan temu bisnis steakholder pengembangan kampung ternak di kabupaten Lampung Tengah yang rencananya  akan  di laksanakan pada tanggal 13 Juni 2019 mendatang.

Rapat dihadiri oleh staf ahli Bupati bidang Ekonomi dan Pembangunan Zulkifli serta anggota DRD Lampung Tengah dan juga beberapa OPD yang menjadi pendamping program Kampung Ternak Terpadu Gotong royong di kampung Sanggar Buana, Kecamatan Seputih Banyak.
Namun dalam rapat tersebut pimpinan rapat melihat bahwa belum adanya persamaan persepsi antara lintas OPD terkait Program Kampung Ternak tersebut.

Selaku Koordinator Tim percepatan Rekomendasi DRD tentang Kampung Ternak Terpadu Gotong royong, Zulkifli mengatakan bahwa fokus dari semua ini ada pada Dinas Peternakan dan Perkebunan.
"Semua yang ada di dalam Dinas Peternakan harus punya semangat kalau mau berhasil, tetapi kalau hanya kami yang di luar  saja yang semangat tetapi yang punya pekerjaan tidak,maka akan repot ibarat mendorong mobil yang rusak. Maka ini harus kita benahi" ungkap Staff Ahli Bupati Bidang Ekubang. Jumat(24/5/19).
Menurut Zulkifli, masyarakat di Kampung Sanggar Buana  sebagai  pilot proyek  Kampung Ternak ini inibih mudah di ajak maju hanya tinggal bagaimana cara pembinaannya.
"Masyarakat Bali itu lebih mudah diajari, lebih inovatif dan menerima perubahan dari pada masyarakat lainnya. karena yang di kembangkan ini adalah sapi Bali, tinggal bagaimana toksinya saja, jangan bilang takut duluan berarti ini tidak kerja , baru sporadis belum sistematis"ujar Zulkifli.
Untuk itu pihaknya berharap agar semua satu kan pemahaman tentang program kampung ternak tersebut.
"Harapan saya pada pekerjaan ini kita satukan dulu apa yang akan kita perbuat, jika ada kendala baru lah meminta bantuan. Ini adalah pekerjaan rutin Dinas Peternakan dan Perkebunan hanya saja karena menjadi program prioritas dari Pak Bupati sehingga perlu di keroyok antara OPD. Harusnya bersyukur karena DRD membantu, Balitbangda,dan juga beberapa OPD lainnya, jadi  Disnakbun harus segera menyusun program kerja nya", tegasnya.
Sementara itu Syahrio Tantalo selaku Anggota DRD ini mengatakan bahwa Time Line dari Rekomendasi DRD ini harus mundur kembali karena belum semua satgas kampung Ternak ini tugas dan tanggung jawab nya.
" Kita yang ada ini harus menyatukan persamaan  dulu, karena Rekomendasi dari DRD  yang sudah jalan adalah Kampung Ternak,Danau Tirta Gangga Dan IT, yang lainnya belum.Jadi saya merasa bangga mengawal konsep Kampung Ternak ini karena semua harus serius untuk mendukung nya"ucap Syahrio Tantalo.

Dosen di Fakultas Pertanian UNILA ini menegaskan bahwa sudah banyak yang di lakukan oleh DRD untuk membuat Program Kampung Ternak ini berjalan lancar dan juga dapat berhasil.
"Saya sudah meminta pihak UNILA untuk dapat mengirimkan mahasiswa untuk melakukan pembinaan di Kampung Sanggar Buana dan itu sudah di setujui  oleh UNILA.Jadi Anggota DRD ini bukan hanya diam disini saja tapi bermain dua kaki, yaitu melakukan manuver yang mempercepat untuk program ini.Dan  sudah di pastikan pada bulan Juni mendatang akan saya tempatkan beberapa mahasiswa disana untuk melakukan pendampingan.Tetapi sekarang kita bagaimana,maka jangan hanya bicara saja tetapi apa programnya maka Pokja itulah yang membuat program untuk terlaksananya Kampung Ternak ini"tuntasnya. (rls/nvl)